Minggu, 08 April 2012

makalah pancasila(sila pertama)



Aplikasi Sila Pertama Di Era Modern









Disusun Oleh:
Nama  : Eva yuliani
NIM     : 11004131
Kelas    : 2D
UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA
YOGYAKARTA
2012


BAB I
PENDAHULUAN

“ Ketuhanan Yang Maha Esa” tidak sebatas cukup jika hanya dikaitkan dengan keimanan, ketakwaan dan upacara ibadah yang bermacam- macam yang terkadang menimbulkan konflik antar agama. Padahal dalam Sila pertama, tercangkup begitu banyak point- point yang memacu untuk maju selaras menggapai keidealan bangsa, salah satunya jika masing- masing warganya mau dan mampu mengembangkan skill, maupun ipteknya semaksimal mungkin. Berdasarkan pemikiran diataslah penulis tertarik untuk mengambil judul Aplikasi sila pertama di Era Modern dalam makalah ini.
Bukan hal yang mengejutkan untuk saat ini jika banyak masyarakat yang tidak tau apa itu pancasila dan dari sebagian yang sudah tau, masih banyak yang  tidak hafal apa saja bunyi sila pertama sampai sila terakhir, sedangkan yang sudah hafal saja lebih banyak lagi yang tidak paham akan makna dari Pancasila.
Mengapa bisa terjadi demikian, karena kurangnya sosialisasi terhadap pancasila itu sendiri, jika masyarakat itu sendiri tidak tau apa itu pancasila bagaimana mereka bisa menerapkan dalam kehidupan merika, terutama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bertanah air serta beragama.
Terlepas dari kasus- kasus  pencucian otak dan hipnotis yang sempat marak dikalangan orang- orang berpendidikan pada tahun 2011, berikut aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama dan lain sebagainya, dalam makalah ini penulis mencoba untuk fokus dengan keterkaitan antara pancasila, khususnya Sila pertama, era modern dan IPTEK.






BAB II
A. PEMBAHASAN

1.    Butir-Butir Pancasila Sila Pertama
a.      Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaanya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b.      Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
c.        Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antra pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
d.       Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
e.      Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
f.        Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
g.      Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.  
Dari butir-butir tersebut dapat dipahami bahwa setiap rakyat Indonesia wajib memeluk satu agama yang diyakini.
2.    Aplikasi Sila pertama di Era Modern
Sila ketuhanan yang maha esa mengandung pengakuan terhadap tuhan yang maha esa. Sila ini sebagai realisasi adanya perlindungan dan jaminan setiap orang untuk melaksanakan ibadah menurut agamanya masing – masing. Apalagi di Indonesia yang sudah jelas- jelas terdiri dari bermacam- macam agama. Berbicara tentang era modern, maka tidak terlepas dari masalah ilmu pengetahuan dan teknologi. Zaman sudah pasti mengalami perubahan, seperti zaman dahulu dengan zaman sekarang sudah jelas mengalami perubahan. Namun perubahan itu harus disikapi dengan sebijak mungkin. Zaman yang serba penuh persaingan, zaman yang apa- apa serba mahal, zaman yang wakil rakyatnya sudah pikun dengan rakyatnya, zaman yang semakin canggih teknologinya, disitulah kita warga Indonesia ditantang untuk berkompetisi diberbagai bidang dengan tetap mengindahkan sikap saling menghormati, baik intern umat beragama, maupun antar umat beragama. Bagaimana seorang guru berjuang dalam mendidik murid dengan seprofesional mungkin, bagaimana seorang pelajar berjuang menuntut ilmu agar tidak ketinggalan zaman, bagaimana masyarakat mau memanfaatkan media elektronik yang semakin canggih untuk hal- hal positif dan membangun, untuk selanjutnya berimbas pada kemajuan bangsa, bagaimana mahasiswa berjuang untuk kreatif, inovatif dan peka dengan IPTEK dan alam nyata, dan bagaimana agar masing- masing warga mau mengoptimalkan diri disetiap profesinya masing- masing, tanpa mengisolasi diri dengan mengatasnamakan kemajemukan agama. Disitulah sebenarnya Sila pertama berperan jika tiap- tiap warganya sadar dan paham akan sila tersebut yaitu bagaimana menyikapi kemajuan zaman dengan mengedepankan sikap toleransi antar umat beragama. Jika hal tersebut bisa terwujud atas kesadaran masing- masing tanpa ada paksaan, sudah pasti zaman modern ini justru akan menjadikan batu loncatan untuk hidup yang lebih maju, dan beradab.
 Agama akan selalu memotivasi diri untuk berbuat sebaik mungkin, tidak sebatas untuk diri sendiri tapi juga untuk kepentingan sosial, yaitu masyarakat hingga meluas secara eksplisit untuk kepentingan bangsanya. Tidak ada agama yang tidak mengajarkan kebaikan. Untuk masing- masing pemeluk agama sudah sepantasnya mengamalkan agamanya sebaik mungkin.
Contoh gambar aplikasi sila pertama            :          
Selasa, 3 April 2012(11.27 W.I.B)                               Selasa, 2 April 2012(16.16 W.I.B)
Kampus 3 lantai 2, UST yogyakarta                            Basecamp lpm Pendapa, UST Yogyakarta
                    



BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Pancasila adalah ideologi yang sangat baik untuk diterapkan di negara Indonesia yang terdiri dari berbagai macam agama, suku, ras dan bahasa.
Dengan mempertahankan ideologi Pancasila sebagai dasar negara, jika melaksanakannya dengan baik, maka perwujudan untuk menuju negara yang aman dan sejahtera pasti akan terwujud.
Untuk semakin memperkokoh rasa bangga terhadap Pancasila, maka perlu adanya peningkatan pengamalan butir-butir Pancasila khususnya sila ke-1. Salah satunya dengan saling mengoptimalkan kemampuan diri dengan tetap menghargai antar umat beragama.
Untuk menjadi sebuah negara Pancasila yang nyaman bagi rakyatnya, diperlukan adanya jaminan keamanan dalam beribadah dan kesejahteraan setiap masyarakat yang ada di dalamnya.

B. SARAN
untuk mengembangkan nilai-nilai Pancasila dan memadukannya dengan agama, diperlukan usaha yang cukup keras. Salah satunya kita harus memiliki rasa nasionalisme yang tinggi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar